

Telah terbit buku Cerdas Tematik untuk SD/MI Kelas 1,2,3. Buku ini hasil kerjasama LP Ma'arif NU Lamongan dengan PT JePe Press Media Utama, Surabaya. Isi buku ini memuat 5 mata pelajaran yang disusun dalam tema-tema tertentu. Ke-5 mata pelajaran itu adalah PKN, IPA, IPS, Bhs. Indonesia, dan Matematika. Buku setebal 200-an halaman ini menarik karena full color dan dalam ukuran A4.
Buku tematik ini dibuat per-semester yang pasti digunakan oleh kalangan Lembaga Pendidikan Ma'arif. Namun demikian, Buku ini juga bisa digunakan oleh SD/MI pada umumnya karena dibuat untuk umum. Selain buku materi, penerbitan buku temtaik ini juga dilengkapi dengan Lembar Kerja (LK) Tematik. Tujuannya agar pembelajaran tematik bisa berjalan dengan baik.
Buku tematik ini telah dilaunching pada hari Senin, 15 Februari di Gedfung IPHI Lamongan. Acara dihadiri oleh 800-an guru dan pengurus Ma'arif Lamongan. Selain launching buku, juga pengukuhan Tim KKG Tematik MI Ma'arif Lamongan. Ketua PCNU Lamongan dan Kakandepag Lamonga juga memberi sambutan dalam acara tersebut. Selamat buat Ma'arif Lamongan!!
19 Februari 2010
Buku Cerdas Tematik SD/MI - Lamongan
Ratman Boomen 19 Februari 2010 Comments (0 )
18 Februari 2010
Buku Vodka, Cinta dan Bunga

Buku yang Bikin Anda Katrok tentang Rusia
Kau tak dapat mengerti tentang Rusia dengan pikiranmu.
Kau tak dapat mengukurnya dengan ukuran tertentu.
Ia mempunyai alam yang khusus.
Kau hanya percaya pada Rusia.
(Tjutchev, 28 November 1866)
Apa yang ada di otak Anda saat mendengar kata Rusia? Mungkin di saraf otak Anda berputar bayangan palu arit, komunis, Kremlin, dan Lenin. Jika yang terbayang hanya itu, maka Anda benar-benar berada dalam lorong sempit pengetahuan tentang Rusia. Bagaimana sebenarnya Rusia sekarang? Sepertinya lontaran kata-kata Tjutchev di masa lampau tersebut tidak salah. Utamanya bagi orang luar Rusia yang melihat Rusia. Itulah mungkin kata-kata yang pas untuk menggambarkan kesan terhadap Rusia.
Jika Anda ingin menikmati ‘hidangan’ lezat tentang Rusia kontemporer, buku Vodka, Cinta dan Bunga adalah menu yang tepat Anda lahap. Buku ini layaknya vodka, semakin dibaca, semakin memabukkan dan ketagihan. Membaca satu bab, ingin rasanya menenggak bab lainnya. Dan setiap kali membaca satu bab, Anda akan menemukan ‘rasa’ yang lain tentang Rusia. Renyah racikan bahasanya, terasa bumbu bahasanya, dan nikmat dibaca.
Anda tidak akan kecewa dengan kualitas isinya. Karena kedua penulisnya orang yang tinggal di Rusia sehingga benar-benar menjiwai tulisannya. M. Aji Surya, adalah seorang diplomat RI yang tinggal Moskow dan Khoirul Rosyadi adalah mahasiswa yang sedang menggaet Ph.D di kampus RUDN, Moskow.
Buku setebal 253 halaman ini menyingkap fakta yang jarang diketahui dan pengalaman unik penulisnya tentang Rusia. Anda akan banyak mengidap virus ‘wow’ saat melahap bab demi bab. Hawa patriotisme akan terasa saat membaca bab Glorious of The Past, Best Ever Underground Museum, dan Sisa-Sisa Patriotisme. Dinginnya salju akan menusuk tulang Anda saat menikmati kata demi kata di bab Berbeku-Ria di Ismailova, Pemakaman di Musim Salju, dan Balada Salju. Saat Anda menikmati bab Jalan Sunyi Tolstoy, Lenin dan Kapitalisme, McDonald’s Yes America No, dan Masyarakat di Simpang Jalan, pertarungan ideologi dan pemikiran akan memenuhi otak Anda. Namun, Anda akan menemukan kekonyolan luar biasa saat Anda menekuri bab Misteri Harga di Udara, Dokument Pazalsta, dan Terwolina. Selanjutnya, Anda akan geleng-geleng kepala di bab Dilema Bahasa, Seks dan Tuhan, serta Tuhan? Dan bab yang jarang ditulis oleh penulis buku lain tentang Rusia, yaitu bab Kota Santri. Di bab ini Anda akan menemukan suasana kota Kazan yang nyantri seperti di Indonesia. Dan di bab-bab lain, Anda akan menemukan keunikan lainnya.
Membaca buku ini tak sekadar rekreasi, tapi kita banyak memetik hikmah. Tentang patriotisme, jati diri bangsa, pendidikan, dan sebagainya. Anda seolah-olah berada di Rusia saat membaca detail kalimat deskripsi di buku ini. Dan setelah membacanya, ingin segera pergi ke Rusia membuktikan kebenaran tulisannya. Itu kesan saya!
Ratman Boomen
(Editor buku Vodka, Cinta dan Bunga,
juga penikmat buku)
Ratman Boomen 18 Februari 2010 Comments (0 )
26 Januari 2010
4 Orang Jombang yang Terkenal

Jawa Timur, khususnya Jombang memang terkenal dengan orang-orangnya yang memang terkenal. Baik yang jadi presiden, seniman, pembunuh, hingga dukun. Saya pikir-pikir, lengkap juga ya Jombang punya orang-orang terkenal. Siapa saja, berikut ini sekedar contohnya. Contohlah yang baik, ambil pelajaran dari yang buruk.
Gus Dur alias KH. Abdurrahman Wahid.lahir di Jombang, Jawa Timur, 7 September 1940 – meninggal di Jakarta, 30 Desember 2009 pada umur 69 tahun adalah tokoh Muslim Indonesia dan pemimpin politik yang menjadi Presiden Indonesia yang keempat dari tahun 1999 hingga 2001. Ia menggantikan Presiden B. J. Habibie setelah dipilih oleh MPR hasil Pemilu 1999. Penyelenggaraan pemerintahannya dibantu oleh Kabinet Persatuan Nasional. Masa kepresidenan Abdurrahman Wahid dimulai pada 20 Oktober 1999 dan berakhir pada Sidang Istimewa MPR pada tahun 2001. Tepat 23 Juli 2001, kepemimpinannya digantikan oleh Megawati Soekarnoputri setelah mandatnya dicabut oleh MPR. Abdurrahman Wahid adalah mantan ketua Tanfidziyah (badan eksekutif) Nahdlatul Ulama dan pendiri Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Emha Ainun Nadjib (lahir di Jombang, Jawa Timur, 27 Mei 1953; umur 56 tahun) adalah seorang tokoh intelektual yang mengusung nafas islami di Indonesia. Ia merupakan anak keempat dari 15 bersaudara. Pendidikan formalnya hanya berakhir di Semester 1 Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM). Sebelumnya dia pernah ‘diusir’ dari Pondok Modern Gontor Ponorogo karena melakukan ‘demo’ melawan pemerintah pada pertengahan tahun ketiga studinya, kemudian pindah ke Yogya dan tamat SMA Muhammadiyah I. Istrinya yang sekarang, Novia Kolopaking, dikenal sebagai seniman film, panggung, serta penyanyi.
Lima tahun hidup menggelandang di Malioboro Yogya antara 1970-1975 ketika belajar sastra kepada guru yang dikaguminya, Umbu Landu Paranggi, seorang sufi yang hidupnya misterius dan sangat mempengaruhi perjalanan Emha.
Selain itu ia juga pernah mengikuti lokakarya teater di Filipina (1980), International Writing Program di Universitas Iowa, Amerika Serikat (1984), Festival Penyair Internasional di Rotterdam, Belanda (1984) dan Festival Horizonte III di Berlin Barat, Jerman (1985).
Dalam kesehariannya, Emha terjun langsung di masyarakat dan melakukan aktivitas-aktivitas yang merangkum dan memadukan dinamika kesenian, agama, pendidikan politik, sinergi ekonomi guna menumbuhkan potensialitas rakyat. Di samping aktivitas rutin bulanan dengan komunitas Masyarakat Padhang mBulan, ia juga berkeliling ke berbagai wilayah nusantara, rata-rata 10-15 kali per bulan bersama Musik Kiai Kanjeng, dan rata-rata 40-50 acara massal yang umumnya dilakukan di area luar gedung. Selain itu ia juga menyelenggarakan acara Kenduri Cinta sejak tahun 1990-an yang dilaksanakan di Taman Ismail Marzuki. Kenduri Cinta adalah forum silaturahmi budaya dan kemanusiaan yang dikemas sangat terbuka, nonpartisan, ringan dan dibalut dalam gelar kesenian lintas genre.
Tersangka kasus mutilasi, Very Idham Heryansah alias Ryan, dari Desa Jati Wates, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Empat orang telah dimutilasi olehnya. Empat mayat ditemukan di pekarangan belakang rumah orangtua Ryan di Jombang. Para korban diduga dihabisi antara 2007-2008. Guntur asal Nganjuk, Aril, Vincent asal Solo, dan Grandy asal Belanda. Keempat mayat itu dieksekusi oleh Ryan dalam rentang waktu yang berbeda. Aril dan Vincent yang mungkin dihabisi dalam waktu yang sama. Guntur dibunuh dan dikubur sekitar Juni-Agustus 2007. Vincent dibunuh bersama-sama dengan Aril sekitar April 2008. Brandy (dibunuh) Januari 2008. Karena ulah si Ryan ini, Jombang terkenal dan jadi tampak serem.
Siapa Muhammad Ponari sebenarnya? Dialah si dukun cilik yang terkenal itu. Ponari adalah warga Dusun Kedungsari, Desa Balongsari, Kecamatan Megaluh, Jombang . Ia bocah kelas 3 SD di desa itu. Sejak menemukan batu “ajaib” yang katanya bisa menyembuhkan berbagai penyakit, ratusan bahkan ribuan orang setiap hari berbondong-bondong mendatangi rumah anak tunggal pasangan suami istri Kasim, 40, dan Mukaromah, 28 tersebut. Ponari dikenal warga sebagai dukun tiban alias dukun dadakan. karena kisah Ponari ini, Jombang jadi seger, lucu, menyenangkan sekaligus memprihatinkan (kok ya percaya gitu loh....).
Ratman Boomen 26 Januari 2010 Comments (0 )
05 Januari 2010
Majalah Cerdas Edisi 2: Kisi-kisi UASBN dan UAS

Telah terbit majalah Pendidikan Cerdas edisi 2 bulan Januari-Februari 2010. Berisi berita dan penjelasan penting kebijakan pendidikan nasional oleh Diknas dan Pusat Perbukuan Nasional. Isu utama membahas masalah UAN yang memanas, apakah dihentikan atau diteruskan. Yang penting dan eksklusif, edisi 2 ini ada Kisi-kisi untuk UASBN dan UAS SD/MI, SMP/MTS, SMA/SMK tahun 2010. Juga berisi Pengumuman Lomba Penulisan Buku Pengayaan/Nonteks 2010 oleh Pusbuk. Baca Cerdas, Anda makin cerdas....
Ratman Boomen 05 Januari 2010 Comments (0 )
