Selamat Datang di Blog Ratman Boomen. Semoga Anda Mendapat Manfaat. Jangan Lupa Beri Komentar atau Isi Buku Tamu. Terima Kasih atas Kunjungan Anda.

17 Mei 2010

Buku MPV (Moskow-Petersburg-Vladivostok); Salju, Wanita Hingga Islam di Rusia


Setelah sukses dengan buku pertamanya Vodka, Cinta dan Bunga (VCB), M. Aji Surya berbagi kisah penuh makna di Rusia dengan menyajikan buku keduanya Moskow-Petersburg-Vladivostok (MPV) terbitan Jaring Pena (2010). Karya kedua dari Sang Diplomat berbakat ini merupakan buku ke-2 dari Tetralogi Rusia yang ia impikan. Bisa dibilang, buku MPV sebagai lanjutan dari buku VCB dengan bidikan yang berbeda, yaitu tentang wanita, salju hingga Islam di Rusia. Ketiga hal itu menjadi poros dalam berbagai kisah penuh kejutan, makna dan kearifan yang diulas oleh penulis dengan bahasa yang renyah, menyegarkan, penuh inspirasi, juga mencerahkan.

Sebagai seorang diplomat Indonesia di Rusia, M. Aji Surya menuliskan karyanya berdasarkan pengalamannya menjelajah Rusia dari pusat ibukotanya (Moskow), kota di ujung barat (Petersburg) hingga kota di ujung timur Rusia (Vladivostok). Berbagai perjalanan ditempuhnya dengan aneka pengalaman lahir dan batin. Bayangkan saja, jarak antara Moskow-Vladivostok yang masih di negara Rusia saja menempuh 9 jam penerbangan non-stop. Sama seperti penerbangan Moskow-Singapura.

Buku setebal 300 halaman ini oleh Dwiki Dharmawan (Musisi-Komposer) disebutnya melukiskan Rusia, beyond our imagination. Para tokoh dari berbagai kalangan di Indonesia dan Rusia memberi apresiasi tinggi terhadap buku Moskow-Petersburg-Vladivostok dengan memberikan endorsement. Selain Dwiki Dharmawan, ada juga Hazrat Rushan Abbasyov (Wakil Mufti Besar Rusia Bidang Kerjasama Internasional), Trias Kuncahyono (Wartawan Kompas dan Penulis Buku Best Seller Jerusalem; Kesucian, Konflik dan Pengadilan Akhir), Prof. Dr. Bahtiar Effendy (Pengamat Politik dan Dekan Fisip UIN Syarif Hidayatullah Jakarta), dan Dr. Ahmad Mukhlis Yusuf (Direktur Utama Perum LKBN Antara).

Salah satu bab yang sangat menarik adalah Demografi dan Proposal Poligami. Di bab ini M. Aji Surya menyajikan hal yang cukup mengagetkan. Mengapa? Karena “ulah” salah seorang politisi Rusia, Vladimir Zhirinovsky, dari Partai Demokrasi Liberal Rusia (LDPR). Zhirinovsky mengajukan usulan poligami sebagai alternatif solusi bagi masalah demografi di Rusia. Kok bisa? Rusia saat ini sedang dilanda “problema lajang” akibat perbandingan pria-wanita tak tak imbang; 1 pria banding 5 wanita. Pernyataan politisi nyentrik ini bias kita baca di hal. 70-71 buku MPV.

“Di Rusia 30% bayi terlahir di luar nikah. Jika seorang pria mendapatkan hak untuk mendaftarkan pernikahannya dengan wanita kedua yang telah melahirkan, tanpa bercerai dengan istri pertamanya, dengan alasan karena pria tersebut menghormati istri pertamanya dan tidak ingin rumah tangganya runtuh, maka kami akan turut bertanggung jawab atas keluarga istri kedua,” kata Zhirinovsky dikutip oleh kantor berita RIA Novosti. Ketua LDPR mengatakan bahwa di wilayah-wilayah Muslim Rusia, secara de facto ‘skema abu-abu’ poligami itu riil ada, dan kurang lebih penduduk di sana menganutnya dengan loyal. “Kita harus melegalisasikan status hubungan perkawinan ini,” kata Zhirinovsky.

Maksud dari Ketua LDPR itu tidak lain adalah untuk meningkatkan angka kelahiran di negara ini. Secara khusus, ia mengusulkan untuk memberikan premi (bonus) sebesar 100 ribu rubel (sekitar $3,3 ribu) kepada para wanita atas kelahiran anak pertama. Saat ini negara telah memberikan anggaran 300 ribu rubel ($10 ribu) untuk kelahiran anak kedua. “Mari kita realisasikan premi 100 ribu rubel atas kelahiran anak pertama. Saya yakin dengan begitu sebagian wanita yang semula ingin melakukan aborsi akan membatalkan niatnya dan lebih memilih melahirkan bayinya,” kata politisi Zhirinovsky.

Tak kalah menarik, adalah bab Mengaca Kejujuran pada Spion Angkot. Di bagian ini kita disuguhi kisah nyata menyegarkan tentang kearifan orang Rusia. Bagaimana tidak, di dalam angkot, kejujuran mewujud dan bukan sekadar angan-angan. Di Moskow, angkot tak perlu kernet yang mengambil ongkos penumpang. Seorang penumpang secara sukarela menjadi “kernet” dadakan dan penumpang lain membayarkannya ke “kernet” tersebut untuk kemudian diberikan ke sopir. Tak ada yang ngemplang ongkos angkot dan uang kembalian tak kurang. Adakah ini di Indonesia?

Berbagai kearifan orang Rusia lainnya bisa kita temukan dalam bab Gembok Cinta Tahan Banting, Asyiknya Masuk Sekolah Dasar, Az Buki Vedi, Variasi Tingkat Kesabaran, dan Angkat Topi pada Embahnya Profesor. Berbagai kisah tentang wanita disajikan dengan cantik dan menarik dalam Pesona Wanita Rusia dan Ira Citra Gadis Rusia. Tentang Islam, penulis menyajikan kisah antara lain dalam Miliarder Bersuara Lembut, Muslim Rusia Akan Menjadi Mayoritas?, Sinar Islam Makin Cemerlang, dan Mengejar Peresmian Masjid. Bahkan ada dua kisah orang Indonesia dalam bab Rendra; Rendra yang Berdarah Rusia dan Thas’s The Friends Are For, sebuah kisah warga negara Indonesia yang ditahan di salah satu penjara Rusia. Membaca MPV, menyelami kearifan dan kedalaman negeri Rusia dari tutur seorang diplomat Indonesia. Menyegarkan, mencerahkan!

04 Mei 2010

Kirab Budaya Surabaya 2010

Memperingati hari jadi kota Surabaya tahun 2010 yang jatuh tanggal 31 Mei ini, pemerintah kota Surabaya mengadakan berbagai agenda seperti: Surabaya Shoping Festival, Kirab Budaya, Festival Rujak Ulek, dan sebagainya. Pada 2 Mei 2010 kemarin Kirab Budaya digelar mengambil start di depan kantor gubernur Jawa Timur di kompleks Tugu Pahlawan. Berikut ini foto-foto yang berhasil saya rekam. Kirab Budaya ini diikuti oleh berbagai pihak baik dari instansi pemerintah, swasta, dunia pendidikan, kalangan budaya, komunitas internasional, masjid, dan kalangan dunia usaha. Selamat menikmati!