Selamat Datang di Blog Ratman Boomen. Semoga Anda Mendapat Manfaat. Jangan Lupa Beri Komentar atau Isi Buku Tamu. Terima Kasih atas Kunjungan Anda.

19 Juni 2009

Novel Science Fiction Bagus: The Otherspace


Apakah Anda pernah membaca novel science fiction yang lain daripada yang lain? kayaknya ini novel baru yang belum ada novel semacamnya sebelumnya. Tentang Otherspace! Dimensi Lain! Ini dimensi baru dalam novel. Kita akan terbawa masuk dalam Dimensi Lain dari kehidupan ini. Nggak percaya? Baca aja novelnya sampai tuntas. Swear...Anda akan mendapatkan "sesuatu yang lain".
Ini sekedar gambaran novel itu:

Judul: The Otherspace
Penulis: Emma Vixel
Penerbit: Manda Pustaka
Tahun Terbit: 2009

Memahami karakter sebuah dimensi sama halnya dengan mempelajari berbagai macam probabilitas yang akan terjadi di masa mendatang. Kehidupan di dalam kehidupan, menggambarkan keberadaan parallel universe dalam koridor keberadaan adikodrati.

“Kau bau sesuatu?”

“Ya. Seperti lilin aroma terapi.”

“Bau kemenyan seperti ini kau bilang aroma terapi?”

Alvis, sarjana muda lulusan Melbourne University memilih untuk terlibat langsung dalam penjelajahan dunia parallel. Berkawan sang ahli computer, Gilda, keduanya membentuk sebuah tim berbasis rasa penasaran terhadap parallel universe. Bersama anggota barunya, Justis, Rhema dan Ida Bagus mereka berpetualang menuju sebuah dimensi lain dengan berbagai rupa misteri angkasa raya.

“Kalian telah berhasil menembus pintu gerbang dimensi lain, dimensi Pituju. Seperti yang pernah aku katakan kepada kalian, Pituju tak hanya berada di satu tempat…”

Mengusung nama The Otherspace, kelimanya bergelut mencari kepastian atas beragam teori, menembus koordinat pintu gerbang dan masuk ke dimensi lain, dimensi Pituju yang menghadirkan sesosok wanita misterius.
Akankah mereka mampu bertahan dalam keberadaan dunia adikodrati yang mencengangkan itu???
The Otherspace, sebuah karya seni perpaduan fiksi-ilmiah menghadirkan serangkaian paragraf dengan kecerdasan imajinatif, kecenderungan berfikir dan mengedepankan keberagaman cara pandang.

Don’t ever want to be monotonous people after you know about The Otherspace.

Nah, ini komentar para novelis dan masyarakat umum yang sudah membaca novel The Otherspace:

Novel yang menarik sekali. Temanya memberikan wawasan bermakna akan perpaduan sains dan metafisik. (Prisca Primasari, Novelis dan editor fiksi)

Membaca The Otherspace membuat kita ‘kecanduan’, ingin membaca lembar demi lembar untuk menemukan jawaban dari teka-teki misteri yang tersembunyi. (Ibnu Ahmad ‘Alimi, Penulis)

Sebuah novel yang so unique. Jarang ada penulis yang mengangkat cerita
dari mitos-mitos yang beredar di masyarakat. Cerita yang banyak menyita
imajinasi dan pemahaman yang luar biasa. Banyak didukung dengan teori
dan argument-argumen yang kritis. Walau kadang harus membacanya berulang kali
untuk mendapatkan pemahaman yang tepat, tapi tetap saja membuat
merinding. (Yuanita Nurwakhidah, Mahasiswa Institut Manajemen Telkom)

Novel yang LUAR BIASA: Mengkolaborasikan teori science dan metafisika dengan sangat indah dan menarik. Membacanya membawa kita menuju DUNIA LAIN yang mencengangkan (Nova Surya-Novelis)

05 Juni 2009

Pak Dahlan Lagi: Kertas Sampah Jadi Uang!


Ini lagi-lagi tentang Pak Dahlan Iskan, sang CEO Jawa Pos. Saya jadi teringat kisah teman saya dengan Pak Dahlan. Si teman saya ini cerita kisah uniknya dengan orang nomor satu di Jawa Pos itu. Saya pun tertarik. Bukan karena Pak Dahlan ganteng seperti Beckham, atau sekaya Sulaiman, bukan pula selucu Mr. Bean. Ini semata-mata karena bagi saya, kisah itu unik. Apa sih ceritanya??? Begini loh....

Ceritanya tentang SAMPAH JADI UANG! Haaaahhhh.... Swear....!!! Jutaan lagi...
Yo opo seh ceritane? Suatu saat teman saya dapat kerjaan dari Pak Dahlan. Mepet deadlain-nya gila-gilaan. Dia dapat tugas me-layout bukunya Pak Dahlan dalam waktu kurang dari 10 jam. Karena esoknya buku itu mau dibawa ke Jakarta (kalau gak salah...). Padahal buku itu lumayan tebal. Tahu jam berapa dapat tugas itu? Tidak saat jam kerja, tapi jam 8 malam, bung! Waktu enak-enaknya ngumpul sama istri kan? Hehe...

Nah, teman saya yang emang orangnya "doyan kerja" dan dekat Pak Dahlan, akhirnya berangkat ke kantor. Dia lembur mati-matian (aslinya sih masih hidup...). Mata melek dipelolotin... Biar gak ngantuk minum kopi dan lainnya... Apa yang terjadi? Paginya layout slesai. Temen saya KO juga... Matanya jadi besar (mbelolok....) dan merah-merah (kayaknya sih mata besar dan merah ini ciri khas temen saya itu).

Maka, dicetaklah buku itu paginya dan segera dibawa oleh Pak Dahlan. Hari berganti hari, dan jam berganti jam tanpa keliru menunjukkan menit dan detik-detiknya. Tibalah suatu waktu yang unik itu.... Teng...ting...teng.....

Pak Dahlan suatu saat datanga ke kantornya temenku itu. Dateng ke bagian finance.
Apa yang terjadi? Pak Dahlan lalu mengatakan ke orang finance itu agar dia mengeluarkan uang (uangnya Pak Dahlan) untuk temenku yang kerja lembur itu sekian juta.

Temen finance itu bengong...kenapa? Karena pak Dahlan mengambil kertas dari tong sampah, lalu ditulisnya sebuah memo di kertas sampah itu sejumlah uang dan siapa yang dituju uang itu. Jreng....jrengggg.... Maka cairlah uang sekian juta untuk temenku yang bermata merah itu. Betapa senang hatinya hahaha....

Apa yang unik? Mungkin bagi Anda gak unik, tapi tidak bagi saya. Kenapa? Karena sampah itu...ya karena sampah itu. Kenapa pak Dahlan nggak pakai kertas memo atau kertas baru yang bersih saja? Kenapa pakai kertas di tong sampah? Itulah pak Dahlan.
Baginya, kertas sampah bisa jadi duit jutaan. Tapi kalau yang nulis memo pakai kertas sampah itu sampeyan, apa bisa jadi uang? Haha...mungkin jadi uang, tapi uang-uangan....

Ya, itu bisa berarti penghematan, efisiensi, atau apalah. Karena Pak Dahlan posisinya sebagai big bos. Itulah ampuhnya wewenang dan jabatan. Yang sampah bisa jadi uang!!! Makanya, jangan anggap sampah tak berharga... Betul??

03 Juni 2009

Beginilah Cinta Dua Wanita Salihah


Perhatikanlah wahai pemudi Islam kepada Sayyidah Khadijah, bagaimana ia memposisikan dirinya sebagai istri yang salihah ketika memeluk suaminya (Rasulullah) di saat beliau dalam keadaan kesulitan. Ia menginfakkan seluruh hartanya untuk dakwah baik diminta ataupun tidak diminta. Ia selalu berada di samping Rasulullah bagaimanapun kondisi yang beliau hadapi. Dan, ia pun selalu menyebutkan kemuliaan akhlak Rasulullah dengan mengatakan kepada Rasulullah sendiri di saat beliau dalam keadaan sangat takut sekali: “Tidak demikian, demi Allah! Allah tidak akan menghinakanmu. Sesungguhnya engkau selalu menyambung silaturahim, berbicara benar, tetap tegar, memuliakan tamu, dan membantu yang benar.”

Ini adalah sebuah pelajaran untuk para wanita ketika menghadapi suaminya yang sedang merasakan jiwanya dalam kegalauan dan perasaan hina (rendah diri). Wanita yang cerdas adalah yang selalu berada di samping suami dan menenangkannya di saat ia gundah serta dalam kesulitan, selalu menyebutkan kemuliaan akhlak dan tugasnya sebagai suami, kebaikan hubungannya dengan masyarakat sosial dan wawasan keilmuannya. Dan, bukan justru menambah kekacauan.

Perhatikanlah kembali Ummu Salamah dengan cintanya kepada suami yang sangat menakjubkan dan jarang sekali ditemukan. Seluruh keikhlasannya diberikan kepada suami tercinta hingga akhir hayatnya. Bahkan, ia sempat menolak lamaran sahabat Rasulullah yang tidak diragukan lagi kemuliaannya, karena ia tidak menemukan seorang pun yang mampu menggantikan posisi suaminya yang telah mengisi hatinya dengan cinta, kelembutan dan kasih sayang, sedangkan ia hanya wanita janda yang sudah mempunyai anak. Tidak seorang pun yang mampu menandinginya kecuali sebaik-baik manusia, yaitu Rasulullah.

Setelah ia tahu bahwa Rasulullah ingin mempersuntingnya, ia pun ungkapkan segala masalah dan kekurangannya sehingga hidup yang akan mereka tempuh nantinya jelas dan tidak ada ketertutupan. Rasulullah ketika bersamanya menjalin hubungan harmonis sebagai suami istri. Rasulullah memberikan suri teladan dengan memenuhi janji, memuliakan, dan berakhlak mulia terhadapnya.

(Sumber: Kitab Risâlah ilâ al-Mutahabbîn min asy-Syabâb, Prof. Dr. Nazhmi Khalil Abu al-‘Atha Musa, Dâr as-Salâm Kairo - Mesir)

Belajarlah dari Kisah Cinta Wanita Papa


Wahai pemudi Islam!
Di dalam hadis shahih muttafaq ‘alaih dikisahkan ada seorang gadis miskin yang menjaga kesucian dan kehormatannya. Inilah kisah suri teladan yang kupersembahan untuk kalian, kisah seorang wanita fakir yang mempertahankan kesucian dan kehormatannya ketika dilanda kelaparan yang hampir membinasakannya. Dan, di saat itu pula kekasihnya mengambil kesempatan ingin melampiaskan nafsu birahinya serta menggodanya untuk melepaskan kehormatannya sebagai seorang wanita suci.

Kekasihnya mengeksploitasi tipu dayanya untuk melaksanakan kehendaknya, namun wanita tersebut tidak pernah lupa kepada Tuhan dan kehormatannya. Bagaimana tidak, wanita tersebut dalam keadaan genting hampir kehilangan kehormatan, dalam posisi terjepit, fitnah dan hilang kesadaran akal sehat. Akan tetapi, dengan ketakutannya kepada Allah, rasa takwa dan selalu berpegang teguh kepada perintah serta larangan Allah, hembusan nafsu birahi tersebut pun bisa dipadamkan dan tipu muslihat setan dihindarinya. Ia pun mengembalikan semua urusan kepada Allah, sehingga Allah menyelamatkannya dari tipu daya tersebut.

Rasulullah dalam hadis ini memberikan contoh kepada kita bagaimana seorang wanita menjaga kesucian dan kehormatannya. Karena, wanita itu juga menyadarkan lelaki tersebut agar segera mengingat Allah di saat-saat setan sedang meluncurkan godaannya sehingga seketika itu pula dia ingat kepada Allah dan menghindar dari perbuatan keji yang hampir menimpanya.

Perhatikanlah wahai pemuda Islam kepada saudaramu ini!
Di saat dia sudah mendapatkan seorang wanita yang dicintainya dan dapat dia beli dengan hartanya, bahkan wanita tersebut sudah menerima apa yang akan dilakukannya, namun ketika dia diingatkan oleh wanita tersebut agar segera sadar dan bertaubat kepada Allah, seketika itu pula dia pun sadar dan takut akan azab Allah. Padalah, dia sangat mencintai wanita itu dan membangkitkan nafsu birahinya. Dengan demikian Allah telah menyelamatkannya dari seburuk-buruk kebinasaan yang mungkin dapat mematikan manusia dari kurungan, kehausan, kelaparan, sesak nafas dan bisa pula mati dengan berlahan-lahan.

Perhatikan kembali sikap Nabi Yusuf, bagaimana ia menjaga Allah dan Allah pun menjaganya. Bagaimana Nabi Yusuf tetap tegar walaupun istri Raja Aziz menyakiti dan menipudayanya. Bagaimana ia tetap bertahan walaupun dizalimi dan dipenjarakan. Namun demikian, Allah membebaskannya dari penjara dan kekecewaan istri Raja Aziz. Bahkan, Allah menjadikannya seorang raja tersohor di Mesir dan mengembalikan Nabi Yusuf kepada ayahnya dan keluarganya tercinta.

(Sumber: Kitab Risâlah ilâ al-Mutahabbîn min asy-Syabâb, karya Prof. Dr. Nazhmi Khalil Abu al-‘Atha Musa, Dâr as-Salâm Kairo - Mesir)

Belajarlah dari Kisah Cinta Putri Diana dan Pemuda Gua


Kisah serupa yang terjadi pada istri Raja Aziz telah terjadi di abad 20 M, tetapi dengan metode penyampaian seorang penulis Eropa yang kita kenal dengan kisah cinta Putri Diana dengan salah seorang pemuda. Kisah ini pun dipublikasikan ke seluruh penjuru dunia dan sempat menggegerkan kursi Kerajaan Inggris karena cinta tersebut lahir tanpa dasar hukum resmi, baik secara agama dan atau undang-undang.

Ketika terjadi kecelakaan yang menewaskan Putri Diana dan kekasihnya, berbagai media massa di seluruh dunia disibukkan dengan kisah cinta mereka berdua hingga tersebarlah cerita baik dan buruknya hubungan mereka serta terbongkarlah rahasia-rahasia mereka yang selama ini disembunyikan. Kisah Putri Diana ini menjadi sebuah kisah cinta yang diabadikan di media massa, teater, dan drama-drama televisi.
Allah memberikan pelajaran kepada hamba-hamba-Nya melalui kisah-kisah seperti ini maupun kisah lainnya di dalam ayat-ayat Al-Qur’an atau di dalam kejadian kehidupan sehari-hari untuk menjelaskan kepada manusia betapa pentingnya konsisten berakhlak mulia dalam kehidupan pribadi dan bermasyarakat.

Selain itu, Rasulullah juga menyatakan dalam sabdanya tentang tiga orang laki-laki yang terkurung di dalam gua: “Adalah tiga orang laki-laki sebelum melancong ke suatu tempat. Ketika tiba masuk waktu senja, mereka melihat sebuah gua dan memasukinya untuk bermalam di situ. Setelah mereka masuk, seketika itu bebatuan besar dari gunung runtuh hingga menutupi pintu gua yang mereka tempati. Mereka pun berteriak: ‘Kalian tidak akan selamat dari reruntuhan batu ini kecuali dengan bermunajat kepada Allah dengan bekal amal Salih.’ Di antara mereka ada yang berkata: ‘Ya Allah, aku memiliki putri paman yang sangat kucintai.’ –Pada riwayat lain disebutkan: ‘Aku mencintainya’, sebuah cinta sejati dari seorang lelaki– ‘Aku ingin menikahinya, namun dia menolakku. Setelah beberapa tahun kemudian dia datang kepadaku di saat musim kelaparan dan paceklik, maka aku berikan kepadanya seratus dua puluh dinar dengan syarat dia menerima apa yang akan kulakukan terhadapnya. Dan, ia pun menyetujui permintaanku itu. Ketika aku melampauinya –dalam riwayat lain: tatkala aku berada di antara dua kakinya– dia berkata: ‘Bertakwalah kepada Allah! Dan jangan rusakkan cincin kecuali ada hakmu di situ.’ Seketika itu aku berpaling darinya dan dia adalah wanita yang sangat kucintai. Dan, seketika itu pula kutinggalkan emas yang telah kuberikan kepadanya.”

Ditambahkan lagi bahwa lelaki tadi berdoa: “Ya Allah, jika aku lakukan itu untuk mengharapkan rida-Mu, maka bebaskanlah kami dari musibah ini.” Lelaki yang lain pun berdoa, maka hancurlah batu-batu yang mengurung mereka di dalam gua hingga kemudian mereka dapat keluar dengan selamat dan melanjutkan perjalanan kembali.

(Sumber: Kitab Risâlah ilâ al-Mutahabbîn min asy-Syabâb, karya Prof. Dr. Nazhmi Khalil Abu al-‘Atha Musa, Dâr as-Salâm Kairo - Mesir)