Selamat Datang di Blog Ratman Boomen. Semoga Anda Mendapat Manfaat. Jangan Lupa Beri Komentar atau Isi Buku Tamu. Terima Kasih atas Kunjungan Anda.

26 November 2009

Buku Baru: A to Z Korupsi


Bagi Anda yang ingin menambah wawasan tentang korupsi dan metode pemberantasannya, kini ada buku baru terbit. Buku A to Z Korupsi; Menumbuhkembangkan Spirit Anti-Korupsi, karya Dr. Ulul Albab. Buku tulisan Rektor Unitomo Surabaya ini membahas korupsi dari A sampai Z, dari hal yang teoritis sampai praktik metode-metode pemberantasan korupsi di berbagai negara dan menurut Islam.
Buku yang sebenarnya disertasi ini sangat cocok bagi pengkaji korupsi, akademisi, dan orang-orang yang care dengan masalah korupsi. Termasuk koruptor juga perlu baca! Biar tobat! Buku ini diterbitkan oleh Jaring Pena (Jawa Pos Group) dan telah dilaunching yang dihadiri pejabat KPK. Selamat membaca! Eh, beli dulu ding ya....

25 November 2009

Misteri Nama Ketua MK: Mahfud MD



Siapa yang tidak tahu nama ketua Mahkamah Konstitusi (MK) sekarang? Mahfud MD. Nama tokoh asal Madura ini begitu terkenal berkat memanasnya kasus Cicak vs Buaya. Momentum yang membuat namanya begitu melambung dan dikenal keberaniannya adalah pemutaran rekaman pembicaraan Anggodo (adik Anggoro, kasus PT MASARO) dengan beberapa tokoh Polri dan Jakgung.
Tapi, tahukah Anda, rahasia nama guru besar hukum UII Jogja itu? Ternyata nama belakang pria yang tegas sikap ini menyimpan cerita lucu. Saya pun sejak mengenal nama Mahfud MD, bertanya-tanya apa sebenarnya kepanjangan dari "MD" itu. Saya mendapat jawabannya saat menonton acara "Satu Jam Lebih Dekat" yang saat itu menampilkan Mahfud MD. Usut punya usut, nama singkatan MD itu ternyata hasil karya guru sekolahnya. Kok bisa?
Begini ceritanya. Saat sekolah dulu di kelasnya ada tiga anak yang bernama Mahfud. Karena tidak mau di beri nama Mahfud A, Mahfud B, dan Mahfud C seperti pengalaman saya dulu, sang guru beride lain, yaitu menambahkan nama bapaknya di belakang ketiga murid Mahfud itu. Maka Mahfud yang sekarang jadi ketua MK itu jadi Mahfud MD. Apa itu MD? MD adalah singkatan dari Mahmudin, bapaknya Pak Mahfud itu. Sejak saat itulah ijasah sang ketua MK jadi tertulis nama Mahfud MD. Saya kira MD itu Mahfud MaDura! Haha...

Amnesti Korupsi: Usul Dahlan Iskan untuk SBY


Kontroversi kasus Cicak vs Buaya alias Bibit-Candra yang melibatkan institusi penegak hukum, membuat kita jengah. Polisi dan Kejaksaan berhadapan dengan KPK yang didukung masyarakat secara moral dan opini. Memang secara kasat mata kasus itu bisa "dilihat" siapa kira-kira yang bermasalah.
Saking serunya kontroversi itu, Presiden SBY sampai membentuk tim adhoc guna memverifikasi dan mencari fakta. Dan akhirnya, TIM 8 berkesimpulan bahwa kasus Bibit-Candra tidak cukup bukti untuk dimejahijaukan. SBY pun merespon rekomendasi itu, tapi publik menilai dia kurang sigap dan riil bertindak.
Kasus Bibit-Candra mungkin hanya gunung emas dari masalah korupsi dan mafia hukum di Indonesia. Anggodo sebagai markus tentu bukan satu-satunya yang berkeliaran di gedung-gedung institusi penegak hukum, khususnya polisi dan kejaksaan. Di lain pihak, kasus Bibit-Candra berkaitan baik langsung maupun tidak dengan kasus-kasus lain.
Nah, pertanyaan kita: kalau semua kasus korupsi di Indonesia dimejahijaukan, akan berapa ribu kasus dan berapa tahun penyelesaiaannya? Padahal sekarang momentum tepat mereformasi penegakkan hukum di Indonesia secara formal, substantif, maupun institusional. SBY sebagai presiden jika ingin berkuasa dengan baik harus melakukan langkah ekstra ordinary dalam pemberantasan korupsi. Sekaranglah momentumnya. Dalam hangat-hangatnya kasus hukum sekarang, ada usulan dari Dahlan Iskan (CEO Jawa Pos dalam pemberantasan korupsi, yaitu AMNESTI KORUPSI.
Usul Dahlan Iskan ini dilatarbelakangi oleh pengalamannya di Tiongkok (Hongkong, khususnya) dalam memberantas korupsi. Hongkong sukses memberantas korupsi dengan institusi KPK model Hongkong (Hongkong SAR) dan regulasi antikorupsinya. Bahkan menjadi model pemberantasan korupsi di dunia. Karenanya, seorang pejabat KPK Hongkong Ian McWalters menulis buku tentang model pemberantasan korupsi. Nah buku inilah yang menginspirasi Dahlan Iskan dengan usul amnesti korupsi itu.
Amnesti korupsi secara gampangnya adalah mengampuni koruptor dengan tebusan tertentu (mengembalikan uang korupsi, membayar denda, dll) dan tidak memenjarakannya. Namun jika koruptor itu korupsi lagi, maka hukumannya tidak ampun-ampun. Ini juga yang dilakukan di Hongkong, dan berhasil.
Mengapa amnesti korupsi? Karena kasus korupsinya banyak sekali dan waktunya terlalu lama untuk diselesaikan. Dan sekaranglah momentum Indonesia melakukan amnesti korupsi, usul Dahlan Iskan kepada SBY melalui buku kecilnya. Akankah amnesti korupsi diambil? Nggak tahu lah.... Tunggu saja....

18 November 2009

Majalah Pendidikan Baru: CERDAS


Telah terbit perdana Majalah Pendidikan bulanan baru bernama CERDAS. Majalah berslogan Clever, Reliable, Develop and Smart ini hadir sebagai bacaan yang sangat layak dikonsumsi oleh masyarakat luas, khususnya yang berkecimpung di dunia pendidikan. Tidak hanya mengulas masalah pendidikan, majalah ini juga menampilkan sisi lain yang tidak ada di majalah pendidikan selainnya.
Bacaan yang diterbitkan oleh PT JePe Press Media Utama (JP BOOKS, Jawa Pos Group) ini mengangkat kebijakan-kebijakan vital pendidikan terbaru seiring menteri pendidikan baru. Kebijakan Depdiknas bebrapa tahun ke depan pun dibahas, termasuk Program Buku Murah (BSE), Unas yang bisa jadi tiket masuk PTN, dan sebagainya. Yang penting pula, ada Daftar 940 Judul Program Buku Murah (BSE). Jadi, beli CERDAS, Anda tambah cerdas!
Jika berlangganan, hubungi PT JePe Press Media Utama telp. 031-8289999 ext. 303.