Selamat Datang di Blog Ratman Boomen. Semoga Anda Mendapat Manfaat. Jangan Lupa Beri Komentar atau Isi Buku Tamu. Terima Kasih atas Kunjungan Anda.

03 Juni 2009

Belajarlah dari Kisah Cinta Wanita Papa


Wahai pemudi Islam!
Di dalam hadis shahih muttafaq ‘alaih dikisahkan ada seorang gadis miskin yang menjaga kesucian dan kehormatannya. Inilah kisah suri teladan yang kupersembahan untuk kalian, kisah seorang wanita fakir yang mempertahankan kesucian dan kehormatannya ketika dilanda kelaparan yang hampir membinasakannya. Dan, di saat itu pula kekasihnya mengambil kesempatan ingin melampiaskan nafsu birahinya serta menggodanya untuk melepaskan kehormatannya sebagai seorang wanita suci.

Kekasihnya mengeksploitasi tipu dayanya untuk melaksanakan kehendaknya, namun wanita tersebut tidak pernah lupa kepada Tuhan dan kehormatannya. Bagaimana tidak, wanita tersebut dalam keadaan genting hampir kehilangan kehormatan, dalam posisi terjepit, fitnah dan hilang kesadaran akal sehat. Akan tetapi, dengan ketakutannya kepada Allah, rasa takwa dan selalu berpegang teguh kepada perintah serta larangan Allah, hembusan nafsu birahi tersebut pun bisa dipadamkan dan tipu muslihat setan dihindarinya. Ia pun mengembalikan semua urusan kepada Allah, sehingga Allah menyelamatkannya dari tipu daya tersebut.

Rasulullah dalam hadis ini memberikan contoh kepada kita bagaimana seorang wanita menjaga kesucian dan kehormatannya. Karena, wanita itu juga menyadarkan lelaki tersebut agar segera mengingat Allah di saat-saat setan sedang meluncurkan godaannya sehingga seketika itu pula dia ingat kepada Allah dan menghindar dari perbuatan keji yang hampir menimpanya.

Perhatikanlah wahai pemuda Islam kepada saudaramu ini!
Di saat dia sudah mendapatkan seorang wanita yang dicintainya dan dapat dia beli dengan hartanya, bahkan wanita tersebut sudah menerima apa yang akan dilakukannya, namun ketika dia diingatkan oleh wanita tersebut agar segera sadar dan bertaubat kepada Allah, seketika itu pula dia pun sadar dan takut akan azab Allah. Padalah, dia sangat mencintai wanita itu dan membangkitkan nafsu birahinya. Dengan demikian Allah telah menyelamatkannya dari seburuk-buruk kebinasaan yang mungkin dapat mematikan manusia dari kurungan, kehausan, kelaparan, sesak nafas dan bisa pula mati dengan berlahan-lahan.

Perhatikan kembali sikap Nabi Yusuf, bagaimana ia menjaga Allah dan Allah pun menjaganya. Bagaimana Nabi Yusuf tetap tegar walaupun istri Raja Aziz menyakiti dan menipudayanya. Bagaimana ia tetap bertahan walaupun dizalimi dan dipenjarakan. Namun demikian, Allah membebaskannya dari penjara dan kekecewaan istri Raja Aziz. Bahkan, Allah menjadikannya seorang raja tersohor di Mesir dan mengembalikan Nabi Yusuf kepada ayahnya dan keluarganya tercinta.

(Sumber: Kitab Risâlah ilâ al-Mutahabbîn min asy-Syabâb, karya Prof. Dr. Nazhmi Khalil Abu al-‘Atha Musa, Dâr as-Salâm Kairo - Mesir)

0 Responses: