Selamat Datang di Blog Ratman Boomen. Semoga Anda Mendapat Manfaat. Jangan Lupa Beri Komentar atau Isi Buku Tamu. Terima Kasih atas Kunjungan Anda.

01 Maret 2009

Hamba Bertaubat Bermunajat kepada Tuhannya

Hamba Bertaubat Bermunajat

kepada Tuhannya

Hamba yang bertaubat25 senantiasa menangis dan bermunajat di malam yang gelap. Dikatakan kepadanya: "Apa maksudmu, kami muncul lalu sembunyi, kami mengerti lalu mengelak, kami mengetahui lalu bermimpi, kami tetapkan lalu kami beri ampun."

Hamba yang bertaubat tersebut berkata: "Wahai Tuhan, aku telah berdosa." Tuhan berkata: "Aku telah mengampunimu." Hamba tadi berkata: "Dosaku tak terhitung lagi." Tuhan berkata: "Meski mencapai ujung langit." Hamba berkata: "Wahai Tuhan, hancurkan kejelekan-kejelekanku." Tuhan berkata: "Sesungguhnya kebaikan menghilangkan kejelekan."

Hamba yang bertaubat berkata: "Wahai Tuhan, Engkau maafkan kami atas kesalahan masa lalu ataukah Engkau adili kami atas kesalahan-kesalahan itu?" Tuhan berkata: "Tetapi, Aku ganti keburukan itu dengan kebaikan." Hamba berkata, "Tuhanku, tak ada yang paling mulia dari Engkau." Allah berkata: "Akulah Tempat bergantung." Allah berfirman dalam surat az-Zumar ayat 53:

Artinya: Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (Q.S. az-Zumar : 53)

Wahai hamba yang bertaubat: "Berbahagialah, sesungguhnya pengakuanmu atas dosamu adalah ketaatan kepada Tuhanmu. Ketika hatimu terbakar dengan api penyesalan, maka luluhlah tumpukan dosa dan kebimbangan. Ketika kebimbangan menghampiri tidurmu dan kesedihan mendatangi harimu, maka terhapuslah kesalahan-kesalahanmu." Orang yang bertaubat adalah kekasih Allah, teman bagi hamba-hamba-Nya, penerima rahmat-Nya, tamu dalam surga-Nya, berhak atas kemuliaan, dan layak dekat dengan-Nya.

Hamba yang bertaubat dicintai oleh para utusan, karena dia membenarkan perkataan mereka, mengikuti jalan mereka, dan mengikuti petunjuk mereka. Hamba yang bertaubat dicintai malaikat, karena mereka memintakan ampunan untuknya, merasa senang dengan ketaatannya, dan mencintainya karena taubat. Hamba yang bertaubat dicintai orang-orang beriman, karena dia membantu mereka dengan dirinya, berjuang bersama mereka menghadapi setan, dan ridha kepada Tuhan mereka dan Tuhannya.

Air mata orang yang bertaubat adalah bukti kebenaran taubatnya. Wahai hamba yang bertaubat: "Sekarang engkau mengerti, maka penuhilah. Engkau telah sampai, maka menyerahlah. Engkau telah dapatkan, maka pergunakanlah. Majulah pantang undur. Pintu di depanmu terbuka. Karunia Tuhanmu tercurahkan. Kemuliaan Tuhanmu datang dan pergi."

Demi Allah, aku tidak menangisi puing reruntuhan

Yang lebih rendah daripada penduduk dan keluarga

Aku tidak menangisi lembah kegelapan di pagi hari

Atau tenda di antara taman kebinasaan dan kesengsaraan

Air mataku tak bercucuran sia-sia di kehampaan

Karena harta yang asam ataupun popularitas manusia

Tetapi, karena mengingat dosa dengan harapan dihapuskan

Dengan maaf, ampunan, dan kebaikan Tuhanku []

__________________

25 Lihat Dr. A`idh al-Qarni, Dhahâyâ al-Hubb, Maktabat al-Ubaikan, Riyadh, 1427 H / 2006 M, cet. V, hlm. 51.




1 Responses (Leave a Comment):

suzi mengatakan...

nasihat yg amat berguna. semoga mendapat keberkatan dari Allah SWT. Amin.