Selamat Datang di Blog Ratman Boomen. Semoga Anda Mendapat Manfaat. Jangan Lupa Beri Komentar atau Isi Buku Tamu. Terima Kasih atas Kunjungan Anda.

05 Januari 2010

Gus Dur dan Keanehan


Setelah Gus Dur meninggal, begitu terasa pengaruhnya di sebagian masyarakat, terutama Nahdhiyyin. Saya pribadi mengakui "kelebihan" Gus Dur justru setelah meninggalnya. Saya mengakui kecerdasan pribadinya, terutama saya suka joke-jokenya yang cerdas dan mentertawa. Bahwa ada masyarakat yang mengelu-elukan Gus Dur, iya. Bahwa ada masyarakat yang "tidak suka" Gus Dur, iya juga. Saya dulu saat mahasiswa mungkin nggak begitu suka Gus Dur, karena menurut saya "ngawur", sehingga saya aktif juga demonstrasi "menurunkan" Gus Dur. Tapi sekarang, saya mungkin tengah-tengah. Saya mengakui kelebihannya dan beberapa prinsipnya, tapi juga nggak setuju sebagian yang lain. Dan ini wajar-wajar dan sah-sah saja.
Secara pribadi, saya mengakui, menghargainya dan menghormatinya. Ide-idenya tentang bernegara ada yang sangat setuju, misalnya kemandirian dari pengaruh asing dan pemberantasan korupsi. Ide-idenya saat jadi presiden juga besar. Misalnya pemisahan TNI-Polri, pembubaran Depsos dan Deppen, dan kebebasan pers. Yang tak pernah dilupakan anak sekolah adalah: libur selama bulan Ramadhan adalah kebijakan Gus Dur! Betapa senangnya anak sekolah libur selama itu.
Hal yang tak lepas dari Gus Dur adalah "keanehan", baik sebelum atau sesudah meninggalnya. Aneh di sini artinya nggak wajar, di luar kebiasaan, nggak nalar, nggak masuk akal, atau semacamnya. Soal definisi aneh bisa debatable, tapi kira-kira maknanya begitu lah. Keanehan itulah yang mungkin diartikan sebagai kontroversi. Bagi sebagian orang kontroversi, bagi sebagian lainnya mungkin tidak. Bahkan bagi Gus Dur, itu biasa aja. Gitu aja kok repot...hahaha....
Keanehan itu yang menjadi kelebihan Gus Dur. Apa sih hal aneh itu? Misalnya, pasukan berani mati zaman Gus Dur matu dilengserkan. Sepertinya tidak ada tokoh di Indonesia yang dibela sampai ada pasukan berani mati, selain Gus Dur. Hal aneh yang lain setelah meninggal adalah: tanah makamnya dijumputi orang untuk obat pegel linu. Apa masuk akal coba? Aneh kan? Itulah pengaruh anehnya Gus Dur.
Hal yang saya ketahui barusan adalah, ternyata Gus Dur juga sangat dipengaruhi oleh 5 sesepuh. Lima sesepuh ini mungkin Pak Kyai, entah siapa, Gus Dur tak mau menyebutkan. Gus Dur begitu taatnya dengan 5 sesepuh ini. Sampai-sampai dalam acara Kick Andy, Gus Dur mengatakan jika 5 sesepuh ini menyuruhnya masuk api, Gus Dur juga akan masuk api. Aneh bukan? Saya jadi ketawa, Gus Dur yang ditaati oleh banyak orang ternyata masih harus taat dan "disetir" oleh 5 sesepuh itu. Saya nyadar, jangan mengelu-elukan orang berlebihan, juga jangan mengagung-agungkan orang berlebihan. Yang pantas diagung-agungkan hanya Allah semata. Apakah Gus Dur nanti jadi pahlawan? Kita tunggu aja...

0 Responses: