Selamat Datang di Blog Ratman Boomen. Semoga Anda Mendapat Manfaat. Jangan Lupa Beri Komentar atau Isi Buku Tamu. Terima Kasih atas Kunjungan Anda.

07 Mei 2009

Mangga Tengah Malam


Anda pernah keluar tengah malam mencari buah mangga? Anda pernah mencari sesuatu yang "langka" karena istri Anda ngidam? Bagaimana rasanya mencari barang "langka"a itu? Capek, bingung, nggak karuan...? Entahlah mungkin tiap orang beda haha....

Ini soal pengalaman saya: mencari mangga tengah malam. Nampak aneh bukan? Mungkin aneh, mungkin juga tidak. bagi penjual mangga mungkin itu biasa. Bagi saya, ini luar biasa!

Ceritanya begini. Istri saya malam itu sudah hendak tidur. Di spring bed, dia sudah pakai bad cover. Tiba-tiba bilang ke saya, "Pieh, aku pengin mangga..." Haaaaaa...apaan??? Sontak saya pun kaget. Malam begini mau makan mangga? Jarum jam dinding menunjuk angka 24.00-an tengah malam! Langsung otak saya berputar, melayang-layang...campur bingung. Coba Anda bayangkan jam segitu mau cari mangga di mana? Kalo kita penjual mangga ato punya pohon mangga yang lagi buah, nggak masalah. Lagian, ini bukan "usum"-nya buah mangga, nggak musim.

Tapi, apa boleh dikata, istriku memelas, "Pieh...mangga...pengiiiiin banget." Aku nggak tahu, apa istriku ngidam? Tapi kayaknya nggak. Emang sih, istriku saat itu lagi pengin banget punya anak. Maklum manten baru haha... Demi istriku tercinta, aku pun langsung ambil kunci mobil. "Mieh, tak cari mangga dulu ya keluar. Tunggu di rumah ya..." Begitu pamitku padanya. Dengan penuh harap, istriku pun melepasku mencari mangga di tengah malam.

Sambil nye-start-ter mobil, otakku muter terus, nyari di mana malam-malam gini. Akhirnya pun otakku punya peta: mulai cari Alfamart 24 jam,lalu kios buah seberang jalan dekat rumah, dekat bandara Juanda (rumahku cuma dua menit dari Juanda). langsung roda mobilku berputar ke arah Alfamart 24 jam di dekat rumahku. hasilnya? "Nggak ada mangga mas. Nggak musim," begitu kata pelayan. Aku pun banting stir ke kios buah. Tutup!!! Yaaah...jam segini pasti aja kios dah tutup. Setir aku luruskan ke arah Berbek Industri, mau ke arah jalanan Terminal Bungurasih. Di timur terminal, di bawah jembatan layang biasanya malam-malam gini pasar jalanan dah buka. Sambil jalan terus dan mumet pun masih bersarang di kepalaku, aku sempatkan mampir ke Alfamart 24 jam lain. Hasilnya pun nihil.

Aku terus jalan hingga hampir satu jam mencari-cari sekitar jalanan, mungki saja ada warung jualan mangga. Nggak ada bung! Pelan-pelan rem aku injak, dan berhanti di pasar jalanan dekat terminal. Aku langsung mencar-cari. Nggak ada. aku pun tanya ke panjual, "Pak, jualan mangga?" "Nggak ada mas." Aku mulai pusing. Sudah banyak tempat aku datangi. Nol. "Kalau pasar buah yang buka malam-malam mana ya Pak?" "Wah mana ya? Kalau sini nggak ada. Di Porong kayaknya ada. tapi nggak tahu juga buka apa nggak" begitu kata bapak paruh baya. Haaahhhh...Porong? Deket lumpur Lapindo??? Jauh banget...hampoir satu jam dari rumahku. Busyett...pikirku. Nggak mungkin kayaknya ke Porong. Aku pun rencana pulang dulu, mau rundingan dengan istri, gimana baiknya.

Aku menyusuri jalan Juanda. Nah, kebetulan penjual jagung bakar langganan istriku (istriku jagungmania!) buka. Iseng-iseng tanya tempat jual buah malam. Bapak dan ibu penjual jagung itu sudah akrab banget dengan saya dan istriku. Aku opun memarkir mobil persis di depan gerobak jagung yang sudah mau tutupan itu. "Pak, yang jualan mangga malam-malam gini di mana ya Pak?" Sebentar Pak jagung itu pun berpikir. Lalu dia pun memberi titik terang. "Mas, di Surabaya ada supermarket 24 jam, deket jalan Darmo." Haaahhhh....Surabaya???? Darmo???? Kebayang betapa jauhnya dari rumahku. Kalau pas siang dan mecet, bisa satu jam. Tapi saya pun akhirnya memutuskan akan ke Darmo, cari supermarket itu.

Sebelum ke Surabaya, aku pun pulang dulu. Mendengar suara mobilku, istriku sudah membukakan pintu setelah menunggu satu jam lebih. Denganwajah penuh harap cemah dia tanya, "Dapet pieh?" "Nggak dapet," jawabku agak kelu. Akhirnya aku pun menjelaskan rencana ke Surabaya. Istriku saya tawari, mau ikut apa nggak. Akhirnya dia ikut, biar nanti kalau dapat mangga langsung bisa makan. Dia pun langsung ambil pisau. Buat siap-siap ngupas kalo nanti dapat mangga. Sebalum ke Surabaya, saya telpon ke 108 tanya alamat supermarket 24 jam. habis itu, aku pun telpon sipermarket itu, tanya ada mangga apa nggak. Dari seberang telpon njawab, "Kayaknya ada mas." hatiku pun lumayan lega. Terbayang mangga di sana, dan senyum manis istriku yang sedang makan mangga: manis!!!

Aku pun langsung tancap gas ke Surabaya, jalan raya Darmo!!! Jam sudah 01.30-an dini hari. jalan tidak macet seperti kalau aku pulang pergi kantor. Tidak nyampai satu jam aku pun pelan-pelan ke pelataran parkir supermarket 24 jam itu. Masih ramai ternyata. Saya dan istri pun langsung ke counter buah. Lama saya dan istri mencari-cari mangga. Banyak sekali buah di situ, baik yang lokal maupun impor. Sepertinya mangga nggak ada. saya dan istri mulai deg-degan, jangan-jangan nggak ada. Untuk memutus keraguan, aku pun tanya sama pelayan, "Mbak, mangga ada nggak?" Jawabnya pun mengagetkan kami berdua, "Wah, nggak ada tuh mas. Lagi nggak musim." Dueeeerrrr!!!! Aku pun langsung lemes..... Ya Allah, dah jauh-jauh, malem-malem...ngaak ada mangga.

Belum puas dengan jawaban pelayan, saya dan istri pun muter mengelilingi seluruh pojok supermarket. Kali ada mangga yang nyungsep di lain tempat. Hasilnya? La maujud: nggak ada! istriku langsung kecewa berat. Anda bisa bayangkan kan?

Saya tanya sama istri, "Gimana ini baiknya...mau cari lagi apa pulang??" Dengan agak cemberut dia jawab pulang aja walaupun dengan penuh kecewa dan menahan air liur yang pengin banget mangga. Aku pun menjelaskan, malam-malam gini nggak ada orang jualan mangga. Belum sempat kami keluar peintu supermarket, saya lihat manisan mangga. Aha....mungkin ini bisa jadi penawar. "Mieh, ada manisan mangga, mau??" Dia pun mengangguk. Saya beli satu manisan mangga dan manisan salak masing-masing satu plastik.

Kami pun masuk mobil, mau pulang. Sebelum aku menghidupkan mobil, aku lihat istriku mulai makan manisan mangga, dan kutanya, "Mieh, manisan mangganya dah nggantiin mangganya belum?" "Belum," jawabnya. Tuing...tuing..... Sambil senyum aku pun menginjak gas....mbbbbbrurrrr... kami pun pulang dengan hasil: setengah mangga!!!
Roda mobil melaju tak cukup kencang. Saat lihat jam dinding rumah, angka 03.00 sudah ditunjuk jarumnya. "Tidur yuuukkk, capek. Besok siang cari mangga ya sayang." ZZZZZZZ.......

4 Responses:

Mas Dede mengatakan...

Salut sama Mas Ratman segitu sayang dan cintanya pada istri dan anak (calon)...
Tidak ada yang sia-sia atas pencarian Mas Ratman...Mungkin lupa Do'a kali :D dari tadi aku baca tidak ada kutipan do'a. Coba kalo do'a barangkali Malaikat turun menjelma untuk memberikan mangga. Kun fayakun jika Allah berkehendak .. he he he :D

Tapi katanya loh kalo istri ngidam memang harus dituruti biar anaknya ga ngileran dan cerdas.
Oke satu kata untuk Mas Ratman saluuut. :D

Ratman Boomen mengatakan...

o iya....benar juga ya...doa senjata muslim
wah jadi tersanjung

TONGKRONGANE BANJARNEGARA-KEBUMEN mengatakan...

Alhamdulillah, Ada Ratman Boomen, apa artinya Ratman dr kebumen gitu....Tak kala malam tiba sunyi sering menghantui, namun di saat iman ini berkata sunyi malam berubah menjadi Suci

sachroel mengatakan...

mas mo nanya ttg hotel/penginapan dekat bandara juanda boleh gak?

saya berencana agustus ini turun di surabaya, pesawat nya mungkin bakal tiba sekita jam 23 malam.

nah dekat bandara saya dengar ada hotel utami....itu masih buka gak mas? atau ada alternatif lain. soalnya saya bakal lanjutkan perjalanan dgn pesawat lagi besok pagi nya.