Selamat Datang di Blog Ratman Boomen. Semoga Anda Mendapat Manfaat. Jangan Lupa Beri Komentar atau Isi Buku Tamu. Terima Kasih atas Kunjungan Anda.

05 November 2010

Tugu Pahlawan Surabaya


Karena ini bulan November, maka tepat kiranya kita mengenang perjuangan pahlawan dalam berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Karena kebetulan saya sehari-hari hidup di Surabaya, maka saya pun ingin berbagi pengalaman tentang hal yang berkaitan dengan pahlawan di kota Surabaya. Tentang apa? Tentang Tugu Pahlawan, Museum 10 November, dan Bung Tomo. Tiga hal ini saya tulis menjadi 3 bagian sendiri-sendiri agar enak dibaca dan tidak terlalu panjang walaupun tugu dan museum itu dalam satu kompleks. Saya ingin berbagi pengalaman saat berkunjung ke kompleks Tugu Pahlawan di jantung kota Surabaya itu. Saya dan istri sengaja ke Tugu Pahlawan tanggal 2 Mei 2010 karena berhasrat mengetahui sejarah kepahlawanan Surabaya. Ya, tanggal itu bertepatan dengan hari Pendidikan Nasional. Pasca upacara Hardiknas tingkat provinsi itulah saya menyusuri setiap sudut kompleks Tugu Pahlawan dan ruang-ruang Museum 10 November. Foto-foto dan catatan kunjungan saya ke Tugu Pahlawan ini sengaja saya simpan karena akan saya tampilkan bulan November ini. Ya lumayan lama, hampir setengah tahun.

Tugu Pahlawan terletak di pusat kota Surabaya. Tugu ini sebagai ikon kota Surabaya, selain patung Suro-Boyo (Ikan-Buaya) yang ada di depan KBS (Kebun Binatang Surabaya). Tugu setinggi 45 meter itu berada di sebelah barat kantor Gubernur Jatim. Kompleks Tugu Pahlawan letaknya di tengah-tengah empat jalan yang membentuk segi empat. Di sebelah timur adalah Jalan Pahlawan, sebelah selatan Jalan Tembaan, sebelah barat Jalan Bubutan, dan sebelah utara Jalan Kebon Rojo. Jika Anda tahu Tunjungan Plaza, maka cukup terus ke utara. Jadi, untuk mencari Tugu Pahlawan tidaklah sulit. Bahkan, ada juga situs www.tugupahlawan.com, tapi itu bukan situs resmi Tugu pahlawan, melainkan tempatnya para blogger Surabaya pada nyangkruk di dunia maya.

Jika Anda membawa kendaraan sendiri, maka sebelah selatan tugu adalah tempat parkirnya. Pintu utama Tugu Pahlawan ada di sebelah selatan, yaitu di Jalan Tembaan. Jika Anda jalan kaki atau memakai kendaraan umum bisa turun di sebelah barat atau timur tugu karena bisa masuk lewat pintu samping. Pintu samping ini tidak bisa dilewati kendaraan. Jika Anda turun di sebelah utara tugu, Anda akan berjalan kira-kira 300-an meter ke selatan karena sebelah utara tugu adalah kompleks perkantoran dan tidak ada pintu masuk dari sana.

Setelah memasuki gerbang kompleks tugu, langsung kita saksikan diorama perjuangan di tembok yang menghadap selatan. Di tengah tengah arah masuk tugu, ada patung Sukarno-Hatta yang cukup besar dan tinggi. Di pondasi kedua patung itu sebuah pesan dari Bung Karno tertulis di tembaga: “Pahlawan sedjati tidak minta dipudja djasanja. Bunga mawar tidak mempropagandakan harumnja, tapi harumnja dengan sendiri semerbak ke kanan-kiri. Tetapi, hanja bangsa jang tahu menghargai pahlawan-pahlawannja, dapat menjadi bangsa jang besar. Karena itu, hargailah pahlawan-pahlawan kita! Merdeka! Soekarno. Djokjakarta, 10 Nop. ’49.” Sebuah pesang agung dari Bapak Pendiri Bangsa. Tak hanya itu. Di belakang patung terdapat 10 pilar yang digambarkan bekas bangunan dengan formasi terpisah 3-4-3 pilar. Di pilar-pilar itulah terdapat coretan perjuangan seperti: “Rawe-rawe rantas, malang-malang poetoeng”, “Freedom forever”, “Merdeka!” dan sebagainya.

Setelah melewati patung Sukarno-Hatta,kita akan langsung melihat lapangan luas kira-kira seukuran lapangan bola lebih luas sedikit. Rumput hijau menghiasai lapangan yang biasa dipakai untuk upacara dengan taman bunga mengelilinginya. Tampak bersih dan asri di tengah keriuhan jalanan kota Surabaya. Nah, di tengah-tangah itulah berdiri kokoh Tugu Pahlawan, sekokoh semangat perjuangan arek-arek Suroboyo. Untuk mengenang perjuangan arek-arek Suroboyo melawan penjajah Belanda bersama Sekutu pada 10 November 1945 itulah tugu monumen tersebut dibangun sekaligus ditetapkan tanggalnya sebagai Hari Pahlawan.

Bentuk Tugu pahlawan cukup unik. Mirip pensil yang terbalik dengan pokok yang besar dan mengecil ke atas. Di bagian puncaknya lancip persisi seperti bagian pensil yang diasah. Sisinya ada 10 bidang dengan cat putih yang membalutnya. Di bagian antara batang dan puncak yang lancip ada bagian yang bercat kuning emas menyerupai bingkai. Jika kita di bawahnya persis dan mendongak ke atas, tentu tampak tinggi seklai dan kita tampak sangat pendek dibuatnya. Nah, inilah foto-fotonya. Selamat menikmati.







0 Responses: