Selamat Datang di Blog Ratman Boomen. Semoga Anda Mendapat Manfaat. Jangan Lupa Beri Komentar atau Isi Buku Tamu. Terima Kasih atas Kunjungan Anda.

18 Desember 2008

(2) Al Khawarizmi

Al Khawarizmi
(Algorizm)

Sang Penemu Algoritma

Oleh: Ratman al-Kebumeny


Siapakah Dia?
Siapakah dia yang menjadi penemu algoritma? Dialah Abu Abdullah Muhammad Ibnu Musa Khawarizmi. Terkenal dengan Al Khawarizmi, karena ia berasal dari daerah Khawarizm (Kheva), sebuah tempat di selatan Sungai Oxus yang sekarang wilayah negara Uzbekistan. Di usia kanak-kanaknya, Al Khawarizmi diboyong oleh orang tuanya ke daerah Baghdad, yang ketika itu Daulah Abbasiyah dipegang oleh Khalifah Al Makmun antara tahun 198-218 H atau 813-833 M. Al Khawarizmi sendiri hidup sekitar tahun 770-840 M.

Al Makmun juga termasuk khalifah yang peduli dengan ilmu, sehingga ia sangat mendukung gerakan penerjemahan dari bahasa Yunani klasik, Yunani Bizantium, Pahlavi (Persia pertengahan), Neo-Persia, dan Syiria ke dalam bahasa Arab. Di zaman Al Makmun terdapat tim penerjemah yang terdiri atas Hunain Ibnu Ishaq (Nasrani) dan anaknya (Ishaq), Qusta Ibnu Luqa (Nasrani), Ibnu 'Adi, Yahya Ibnu Bitriq dan lainnya, yang ia rekrut bekerja untuk kepentingan keilmuan. Al Makmun kadang tak tanggung-tanggung membeli hasil terjemahan dengan harga mahal, bahkan dihargainya dengan bobot emas.

Apa Karyanya?
Al Khawarizmi hidup di suasana tradisi ilmiah yang sedang berkembang pesat di dunia Islam kala itu. Dan, dia pun tak menyia-nyiakan kesempatan itu untuk mengembangkan ilmu yang ditekuninya, yaitu matematika dan astronomi. Di bidang matematikalah Al Khawarizmi menjadi terkenal dengan temuan konsep matematiknya yang terkenal dengan sebutan algorithm atau algorismus atau alghoarismus maupun algoritma. Nama "algorithm" diambil dari nama Al Khawarizmi, karena ialah pengenal pertamanya. Sehingga, dia pun akhirnya dikenal dengan nama sebutan Algorizm. Al Khawarizmi juga bekerja di Baitul Hikmah untuk Khalifah Al Makmun.

Di bidang matematika, Al Khawarizmi disegani karena kemampuannya yang mengagumkan, dan termasuk ahli matematika terhebat di zamannya. Dialah penemu berbagai cabang bidang matematika dan konsep-konsep dasarnya. Al Khawarizmi-lah penemu aljabar yang di Barat disebut algebra. Selain menjelaskan aljabar dengan sistematis, dia juga mengembangkannya secara luas dan memberikan pemecahan dengan persamaan linier dan kuadrat. Kitab yang terkenal dari hasil keluasan dan kedalaman ilmunya adalah kitab Al Jabr wa Al Muqabalah yang diterjemahkan ke berbagai bahasa. Buku inilah yang membahas aljabar temuannya. Dan, nama "aljabar" pun berasal dari judul karyanya itu. Karya-karyanya yang menggunakan sistem angka inilah yang dikenal dengan aljabar, serta menjadikan aljabar sebagai ilmu yang berdiri sendiri.

Al Khawarizmi membuat tabel trigonometri secara detail yang memuat fungsi sinus sampai tangen. Dia juga membuat calculus (kalkulus) yang membawanya pada konsep diferensiasi. Selain itu, sang pakar ini juga menemukan representasi geometris dari irisan kerucut. Masih ada lagi, Al Khawarizmi juga merintis aritmatika yang menggunakan cara penulisan desimal seperti yang ada sekarang, yakni angka-angka yang kita kenal sebagai angka Arab. Dalam sistem aritmatika dan desimal, Al Khawarizmi adalah pengguna pertama angka nol. Dia memadukan pengetahuan dari India (Hindu) dan Yunani, yang kemudian ia kaji dan kembangkan. Karyanya yang membahas aritmatika adalah kitab Al Jami' wat Tafriqi bil Hisabi Al Hindi yang bisa kita baca terjemahannya dalam bahasa Latin. Kitab ini telah mengenalkan ilmu baru di Barat dan digunakan hingga abad ke-16 sebagai buku pedoman dasar matematika di berbagai universitas Eropa.

Di bidang lain, yaitu astronomi (falak), Al Khawarizmi juga menghasilkan karya besar. Ia menulis sebuah buku mengenai tabel astronomi. Dia membuat bentuk yang diperingkas dari tabel astronomi India yang dikenal dengan sebutan "as sind hind", yang sepadan dengan istilah Sansekerta: "siddhanta", susunan Varahamhira yang di kalangan muslim disebut Kankah Al Hindi. Di bidang geografi, Al Khawarizmi tidak hanya meluruskan pandangan Ptolomeus, tapi juga memperbaikinya. Ia mengarang sebuah penjelasan mengenai bagian dari bumi yang didiami penduduk, yang didasarkan pada geographike hypegesis-nya Ptolomeus. Di bawah pimpinannnya, sebanyak 70 orang ahli geografi bekerja menghasilkan globe (dunia) sebagai peta pertama pada tahun 830 M.

Oleh Khalifah Al makmun, Al Khawarizmi juga diperintahkan untuk mengukur isi (volume) dan lingkaran bumi. Kitab Shurat Al Ardh merupakan karyanya di bidang geografi yang berisi peta bumi. Kitab ini juga telah diterjemahkan ke bahasa lain. Karya orisinal lainnya adalah apa yang berhubungan dengan jam, petunjuk waktu berdasar matahari dan astrolab. Al Khawarizmi juga menulis kitab yang berisi petunjuk waktu dengan dasar matahari dalam kitabnya At Tarikh dan Ar Ru'yat.

Tabel-tabel astronomis Al Khawarizmi diterjemahkan ke bahasa Latin oleh Adelard of Bath (Adelardus Bathoniensis) sekitar tahun 1126 M dan oleh Herman the Dalmatio (Herman the Slav) tahun 1140 M. Sedangkan risalah-risalah matematiknya, Al Jabr wa Al Muqabalah, di terjemahkan ke bahasa Latin oleh Gerardus Cremonensis (Gerard dari Cremona) dengan judul De Jebra et Elmucabala. Demikianlah, Al Khawarizmi telah banyak mewariskan ilmu kepada kita dengan semangatnya yang membara hingga kita bisa mengenal berbagai macam perhitungan dalam matematika. []

0 Responses: